Diabetes mellitus merupakan penyakit metabolik yang ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah akibat gangguan produksi atau penggunaan insulin. Penyakit ini menjadi salah satu masalah kesehatan global dengan angka prevalensi yang terus meningkat setiap tahunnya. Oleh karena itu, pencarian terapi yang aman, efektif, dan berbahan alami menjadi semakin penting.
Salah satu bahan alami yang memiliki potensi besar sebagai antidiabetik adalah andrographolide. Senyawa ini diisolasi dari tanaman sambiloto (Andrographis paniculata), yang telah lama digunakan dalam pengobatan tradisional di Asia. Dalam artikel ini, kita akan membahas lebih lanjut mengenai potensi andrographolide sebagai agen antidiabetik berdasarkan hasil penelitian terbaru.
Andrographolide: Senyawa Aktif dari Sambiloto
Sambiloto (Andrographis paniculata) merupakan tanaman herbal yang dikenal luas dengan berbagai manfaat kesehatan, terutama dalam pengobatan tradisional. Senyawa aktif utama yang terkandung dalam sambiloto adalah andrographolide, sebuah diterpenoid lakton yang memiliki aktivitas farmakologis yang signifikan.
Andrographolide dikenal dengan sifat antiinflamasi, imunomodulator, hepatoprotektif, dan antimikroba. Selain itu, senyawa ini juga menunjukkan potensi sebagai antidiabetik, sehingga menarik perhatian para peneliti untuk dikaji lebih lanjut.

(Astuti et al, 2022)
Mekanisme Kerja Andrographolide sebagai Anti-Diabetik
Penelitian terbaru menunjukkan bahwa andrographolide dapat meningkatkan penyerapan glukosa pada sel lemak (3T3-L1 adipocytes). Hal ini terjadi melalui peningkatan ekspresi dua protein penting dalam metabolisme glukosa, yaitu PPARγ (Peroxisome Proliferator-Activated Receptor Gamma) dan GLUT-4 (Glucose Transporter Type 4).
PPARγ (Peroxisome Proliferator-Activated Receptor Gamma)
– Berperan dalam diferensiasi adiposit dan pengaturan metabolisme lipid serta glukosa.
– Aktivasi PPARγ meningkatkan sensitivitas insulin dan membantu pengambilan glukosa oleh jaringan adiposa.
GLUT-4 (Glucose Transporter Type 4)
– Protein transporter yang bertanggung jawab untuk pemindahan glukosa dari darah ke dalam sel, terutama pada jaringan adiposa dan otot rangka.
– Peningkatan ekspresi GLUT-4 membantu menjaga kadar glukosa darah tetap stabil.
Dengan adanya peningkatan ekspresi PPARγ dan GLUT-4, andrographolide menunjukkan potensi besar sebagai agen antidiabetik, baik dalam bentuk ekstrak herbal maupun produk farmasi berbahan dasar alami.
Potensi Pengembangan Produk
Mengingat efektivitas andrographolide dalam meningkatkan penyerapan glukosa, terdapat peluang yang menjanjikan untuk mengembangkan produk herbal antidiabetik. Selain sebagai suplemen nutraceutical, ekstrak sambiloto juga dapat dikembangkan dalam bentuk obat herbal terstandar untuk mendukung pengelolaan diabetes secara alami.
Manfaat utama dari penggunaan bahan alami seperti andrographolide adalah lebih minimnya efek samping dibandingkan dengan obat sintetik. Hal ini membuatnya semakin menarik sebagai alternatif terapi yang lebih aman dan ramah bagi tubuh.
Andrographolide, senyawa aktif dari sambiloto, menawarkan harapan baru dalam terapi diabetes dengan mekanisme meningkatkan ekspresi PPARγ dan GLUT-4. Melalui penelitian yang terus dikembangkan, potensi penggunaan ekstrak sambiloto sebagai agen antidiabetik semakin diperkuat.
Pemanfaatan bahan herbal sebagai solusi kesehatan merupakan langkah bijak untuk mengurangi ketergantungan pada obat sintetik dan meningkatkan kualitas hidup penderita diabetes. Oleh karena itu, diperlukan dukungan penelitian lanjutan dan uji klinis agar manfaatnya dapat diterapkan secara luas dalam dunia medis.
Sumber :
Astuti, N. T., Novitasari, P. R., Tjandrawinata, R., Nugroho, A. E., & Pramono, S. (2022). Anti‐diabetic effect of andrographolide from Sambiloto herbs (Andrographis paniculata (Burm.f.) Nees) through the expression of PPARγ and GLUT‐4 in adipocytes. Indonesian Journal of Biotechnology, 27(4). https://doi.org/10.22146/ijbiotech.68800