{"id":2469,"date":"2025-11-20T10:46:52","date_gmt":"2025-11-20T03:46:52","guid":{"rendered":"https:\/\/ananta.co.id\/?p=2469"},"modified":"2025-11-20T10:46:53","modified_gmt":"2025-11-20T03:46:53","slug":"sambiloto-solusi-herbal-untuk-akuakultur-berkelanjutan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ananta.co.id\/id\/sambiloto-solusi-herbal-untuk-akuakultur-berkelanjutan\/","title":{"rendered":"Sambiloto : Solusi Herbal untuk Akuakultur Berkelanjutan\u00a0"},"content":{"rendered":"\n<p>Dalam industri akuakultur, khususnya budidaya udang vannamei (<em>Litopenaeus vannamei<\/em>), tantangan terbesar yang dihadapi adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dan bakteri. Dengan meningkatnya skala budidaya, kondisi lingkungan tambak semakin menurun, menyebabkan peningkatan intensitas penyakit yang menyerang udang. Selama ini, penggunaan antibiotik dan bahan kimia banyak digunakan untuk mengatasi penyakit, namun pendekatan ini memiliki dampak negatif bagi lingkungan dan kesehatan manusia. Oleh karena itu, diperlukan solusi alternatif yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p><strong><em>Andrographis paniculat<\/em><\/strong><strong>a sebagai Imunostimulan dalam Akuakultur<\/strong>&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p><em>Andrographis paniculata<\/em> atau yang dikenal sebagai&nbsp; Sambiloto&nbsp; merupakan tanaman herbal yang telah lama digunakan dalam pengobatan tradisional di Asia. Di bidang farmakologi modern, Sambiloto&nbsp; diketahui memiliki berbagai manfaat, termasuk sebagai anti-inflamasi, antimikroba, serta imunostimulan&nbsp;&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Sejumlah penelitian telah menunjukkan bahwa <em>Andrographis paniculata<\/em> memiliki potensi besar dalam meningkatkan sistem imun hewan akuatik. Sebagai contoh, suplementasi Sambiloto&nbsp; dalam pakan meningkatkan tingkat kelangsungan hidup ikan nila setelah terinfeksi <em>Streptococcus agalactiae<\/em> . Selain itu, kombinasi Sambiloto&nbsp; dengan herbal lain terbukti meningkatkan pertumbuhan dan respons imun <em>Penaeus monodon<\/em> terhadap <em>Vibrio harveyi<\/em>&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Studi Penggunaan <\/strong><strong><em>Andrographis paniculat<\/em><\/strong><strong>a pada Udang Vannamei<\/strong>&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Penelitian terbaru meneliti efek suplementasi Sambiloto&nbsp; dalam pakan terhadap pertumbuhan, sistem imun, dan ketahanan udang vannamei terhadap <em>Vibrio alginolyticus<\/em>. Dalam studi ini, empat formulasi pakan diberikan dengan dosis Ekstrak Sambiloto sebesar 0% (kontrol), 0,25%, 0,5%, dan 1% selama 28 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suplementasi Sambiloto&nbsp; meningkatkan pertumbuhan serta fungsi imun non-spesifik udang vannamei.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"644\" height=\"558\" src=\"https:\/\/ananta.co.id\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/Screenshot-2025-09-11-100651-1.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-2470\" srcset=\"https:\/\/ananta.co.id\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/Screenshot-2025-09-11-100651-1.png 644w, https:\/\/ananta.co.id\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/Screenshot-2025-09-11-100651-1-300x260.png 300w\" sizes=\"(max-width: 644px) 100vw, 644px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-right\">(Yin et al., 2023)&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Ketika diuji dengan infeksi <em>V. alginolyticus,<\/em> udang yang diberi pakan mengandung Sambiloto&nbsp; memiliki tingkat kelangsungan hidup yang lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol. Lebih lanjut, kerusakan hepatopankreas pada kelompok yang diberi Sambiloto&nbsp; lebih rendah dibandingkan kelompok kontrol pada 6 jam setelah infeksi. Selain itu, penumpukan reactive oxygen species (ROS) dan produksi O2\u2212 di hepatopankreas akibat infeksi <em>V. alginolyticus <\/em>menurun secara signifikan setelah pemberian Sambiloto&nbsp; dengan dosis 0,25% dan 0,5% (p &lt; 0,05).&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Selain itu, Sambiloto&nbsp; juga berperan dalam regulasi apoptosis. Udang yang diberi Sambiloto&nbsp; menunjukkan peningkatan ekspresi gen pro-apoptotik (Bax, Caspase 3, p53) dan penurunan ekspresi gen anti-apoptotik (Bcl-2) setelah infeksi V. alginolyticus, yang menunjukkan peran Sambiloto&nbsp; dalam pengaturan stres oksidatif dan respons seluler terhadap infeksi.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Implikasi bagi Industri Akuakultur<\/strong>&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Berdasarkan hasil penelitian, <em>Andrographis paniculat<\/em>a terbukti dapat meningkatkan pertumbuhan dan sistem imun udang vannamei, serta melindungi dari infeksi Vibrio alginolyticus dengan mengurangi stres oksidatif dan apoptosis. Temuan ini membuka peluang besar bagi industri akuakultur dalam mengadopsi pendekatan yang lebih alami dan berkelanjutan dalam mencegah penyakit pada udang.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Sebagai alternatif antibiotik, penggunaan <em>Andrographis paniculata<\/em> dalam pakan udang tidak hanya berkontribusi pada peningkatan produksi, tetapi juga mendukung praktik budidaya yang lebih ramah lingkungan. Dengan semakin banyaknya penelitian mengenai manfaat AP, diharapkan penggunaannya dapat dioptimalkan dalam industri akuakultur guna meningkatkan ketahanan udang terhadap penyakit tanpa merusak ekosistem.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Sumber : <\/p>\n\n\n\n<p>AftabUddin Sheikh , Siddique M. Q.,&nbsp; Romkey S. S., William L. Shelton. 2017.&nbsp;Antibacterial function of herbal extracts on growth, survival and immunoprotection in the black tiger shrimp Penaeus monodon, <em>Fish &amp; Shellfish Immunology. <\/em>65 : 52-58, <a href=\"https:\/\/doi.org\/10.1016\/j.fsi.2017.03.050\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">https:\/\/doi.org\/10.1016\/j.fsi.2017.03.050<\/a>.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Akbar S. 2011. Andrographis paniculata: a review of pharmacological activities and clinical effects.<em> Altern Med Rev<\/em>. 16(1):66-77. PMID: 21438648.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Lu Jie, Yanyan Shi, Shuhui Cai, Jianghua Feng. 2017. Metabolic responses of Haliotis diversicolor to Vibrio parahaemolyticus infection. <em>Fish &amp; Shellfish Immunology. <\/em>Volume 60 : 265-274. https:\/\/doi.org\/10.1016\/j.fsi.2016.11.051.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Yin, X., Zhuang, X., Liao, M., Cui, Q., Yan, C., Huang, J., Jiang, Z., Huang, L., Luo, W., Liu, Y., &amp; Wang, W. (2023). <em>Andrographis paniculata<\/em> improves growth and non-specific immunity of shrimp <em>Litopenaeus vannamei<\/em>, and protects it from Vibrio alginolyticus by reducing oxidative stress and apoptosis. Developmental &amp; Comparative Immunology, 139, 104542. <a href=\"https:\/\/doi.org\/10.1016\/j.dci.2022.104542\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">https:\/\/doi.org\/10.1016\/j.dci.2022.104542<\/a>&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dalam industri akuakultur, khususnya budidaya udang vannamei (Litopenaeus vannamei), tantangan terbesar yang dihadapi adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dan bakteri. Dengan meningkatnya skala budidaya, kondisi lingkungan tambak semakin menurun, menyebabkan peningkatan intensitas penyakit yang menyerang udang. Selama ini, penggunaan antibiotik dan bahan kimia banyak digunakan untuk mengatasi penyakit, namun pendekatan ini memiliki dampak negatif [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":2464,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"iawp_total_views":4,"footnotes":""},"categories":[29],"tags":[],"class_list":["post-2469","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized-id"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ananta.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2469","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/ananta.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ananta.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ananta.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ananta.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2469"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/ananta.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2469\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2472,"href":"https:\/\/ananta.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2469\/revisions\/2472"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ananta.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2464"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ananta.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2469"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ananta.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2469"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ananta.co.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2469"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}